asw
Asw w w...... friend, pertama2 baca bismillah dlu yach dah tu baru baca ok.!!!
maap yach bkin qm terganggu......tp tolong dibaca deh, ni kertas munkin bisa bantu kalian tuk menentukan jati dirimu, qm perlu melepaskn diri dari identitas yg lama ntu dan menciptakn dirimu yg baru.perubahan ini kan tampak dari dlm maupun luar.. .insya allah dapat membantu kalian bila kalian pahami dan mempraktekkan hal ini. Tapi, bila kalian menganggap na remeh gak apa2 kok bisa dipahami. Tapi makasih ya sebelumnya yang udah baca... sebenar nya ini bukn karya ku, ku mndapatknnya di buku IF HIGH SCHOOL IS A GAME... yg udah baca pst udh tw tntg critana, q hy ingn brbagi kok yg bloem membaca buku trsebut... bwt kalian semua yg berkenan membacana, alhamdulillah bila ada yg mmbaca & menyimpan kertas ini. Makasih banyak y,yg tlah menghargai ku......ya allah, berilah mereka keselamatan dan jauhkn mereka dari jurang2 yang mengganaskan. Amin..........
Ok mulai dari awal.......
Mw mengenal semua tentang dirimu?????.....
Ayo ikuti cara2 dibawah ini insya allah bisa membantu kamu mengenal dirimu.........
Pertama tama banget yang kamu lakuin adalah TULIS 5 KATA YANG MENGGAMBARKAN DIRIMU :
Cewek bertubuh pendek
Orang asia
Anak tengah
Anak perempuannya januari dan doriomas
Anggota osis siswi dari smk 9 pdg
Keterunan nias
Kalimat diatas merupakan contoh untuk kalian yg mencoba......
Untuk mengetahui siapa kamu, kamu hrs melihat sisi2 lain dirimu.
MENGENALI SEMUA TENTANG DIRIMU
Tulis judul ditiap halaman dan beri ruang untuk menuliskan kalimat2
tambahn nantinya. Berikut ada nich sejumlah judul untuk bantu kamu
untuk memulainya ( jangan lupa tuliskan juga mengapa kamu merasa demikian )
Orang – orang yang aku sukai :
Orang – orang yang aku jauhi :
Tempat – tempat yang aku sukai :
Tempat – tempat yang aku hindari :
Hal – hal yang paling suka kulakukan :
Hal – hal yang menggangguku :
Barang – barang yang bener2 aku sukai :
Saat2 paling bahagia :
Hal2 yang ingin kulakukan dalam hidup ini :
Benda2 yang ingin aku miliki dalam hidup ini :
Gaya yang aku inginkan :
Aku marah terhadap diri sendiri bila :
Aku bangga terhadap diri sendiri bila :
Aku benar2 mahir dalam bidang :
Aku ingin mencoba :
Aku diam2 tertarik pada :
Hal2 yg pntg bg ku :
Sahabat2 ku :
Hal2 yang ku sukai mengenai diriku :
Hal2 mengenai diriku yg ingin kuubah :
Kapan j d wktu, keluarkan buku catatan ini dan tuliskan beberapa kata. Apapun yang kamu tuliskan oke saja. Bila sudah menulis sesuatu dibawah sebuah judul, kamu akan lebih paham loch akan perasaan kamu selama ini. Jawaban2mu mungkin berubah dgn bertambah kenalnya kamu akan dirimu. Apa yang kamu tulis bisa membuat kamu heran sendiri. Jangan salah ya ini udah dipercobakan wah hasilnya gila....!!!!! luarbiasa banget. insya allah buku ini akan memberi tahu qm pa yg kamu inginkan....jangan ampe tw yg lain y cukup allah, dan qm yg tw, wkt mmbuatnya jangan lupa berdoa dan mengucap bismillah bagi yg beragama 100% islam... ^-^ ini tuk smua agama kok, q gak beda2in agama kok.dan ini gak ada sangkut pautnya ma agma kok!
Setelah diisi or kl dah penuh coba deh baca lagi,
Apa yang tergambar dari jawaban-jawabanmu?
Yang terpenting bagiku adalah jujur pada hatiku sendiri by christina aguilera
Bila berhasil kunjungi e-mail ku y teman2 : rosa_aja_dech@yahoo.co.id
Facebook saya : rosa_aja_dech@yahoo.co.id
Friendster saya : rosa_aja_dech@yahoo.co.id
Blogpot saya : http ;// www.rosa-ocha.blogspot.com
MAKSIH BANYAK ....BUAT KALIAN YANG MENGHARGAI TULISAN SAYA INI WALAUPUN SAYA MELIHAT SBUAH BUKU INSYA ALLAH DAPAT MEMBANTU KALIAN SEMUA AMINN... Oy ni bkn maksd apa2 y hy ingin memberi tahu dan ingin kalian mencobanya pahami dan praktekkan hanya itu gak ada maksud lain. Nanguzubillah minzalik bila itu terjadi. Selamat membaca,pahami,dan berfikir scr kritis dan berani ok. Maap bila ada salah tulisan dan kata2 y!.mksh loemna Wassalam. ^-^
Sabtu, 28 Juni 2008
Kepada Seorang Ayah yang berbahagia
renungan
Tukang Kayu
Seorang tukang kayu tua bermaksud pensiun dari pekerjaannya di sebuah perusahaan konstruksi real estate. Ia menyampaikan keinginannya tersebut pada pemilik perusahaan. Tentu saja, karena tak bekerja, ia akan kehilangan penghasilan bulanannya, tetapi keputusan itu sudah bulat.
Ia merasa lelah. Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian bersama istri dan keluarganya.
Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya. Ia lalu minta pada tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah untuk dirinya. Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi pemilik perusahaan itu.
Tapi, sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera berhenti. Pikirannya tidak sepenuhnya dicurahkan.
Dengan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Ia cuma menggunakan bahan-bahan sekedarnya.
Akhirnya selesailah rumah yang diminta. Hasilnya bukanlah sebuah rumah baik. Sungguh sayang ia harus mengakhiri kariernya dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan.
Ketika pemilik perusahaan itu datang melihat rumah yang dimintanya, ia menyerahkan sebuah kunci rumah pada si tukang kayu.
“Rumah ini adalah rumah kamu,” kata sang pemilik perusahaan.
“Hadiah dari saya sebagai penghargaan atas pengabdian kamu selama ini.”
Betapa terkejutnya si tukang kayu. Betapa malu dan menyesalnya. Seandainya saja ia mengetahui bahwa ia sesungguhnya mengerjakan rumah untuk dirinya sendiri, ia tentu akan mengerjakannya dengan cara yang lain sama sekali.
Kini ia harus tinggal di sebuah rumah yang tak terlalu bagus hasil karyanya sendiri.
Itulah yang terjadi pada kehidupan kita. Kadangkala, banyak dari kita yang membangun kehidupan dengan cara yang aneh.
Lebih memilih berusaha ala kadarnya ketimbang mengupayakan yang terbaik.
Bahkan, pada bagian-bagian terpenting dalam hidup, kita tidak memberikan yang terbaik.
Pada akhir perjalanan kita terkejut saat melihat apa yang telah kita lakukan dan menemukan diri kita hidup di dalam sebuah rumah yang kita ciptakan sendiri.
Seandainya kita menyadarinya, sejak semula kita akan menjalani hidup ini dengan cara yang jauh berbeda.
Renungkan bahwa kita adalah si tukang kayu.
Renungkan rumah yang sedang kita bangun.
Setiap hari kita memukul paku, memasang papan, mendirikan dinding dan atap. Mari kita selesaikan rumah kita dengan sebaik-baiknya seolah-olah hanya mengerjakannya sekali saja
dalam seumur hidup.
Hidup kita esok adalah akibat sikap dan pilihan yang kita perbuat hari ini.
Hidup adalah proyek yang kita kerjakan sendiri.
Sumber: Dody-Ryan
Kehidupan Sang Elang
Elang merupakan jenis unggas yang mempunyai umur paling panjang didunia. Umurnya dapat mencapai 70 tahun. Tetapi untuk mencapai umur sepanjang itu seekor elang harus membuat suatu keputusan yang sangat berat pada umurnya yang ke 40.
Ketika elang berumur 40 tahun, cakarnya mulai menua, paruhnya menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dadanya. Sayapnya menjadi sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal,sehingga sangat menyulitkan waktu terbang. Pada saat itu, elang hanya mempunyai dua pilihan: Menunggu kematian, atau Mengalami suatu proses transformasi yang sangat menyakitkan - suatu proses transformasi yang panjang selama 150 hari.
Untuk melakukan transformasi itu, elang harus berusaha keras terbang keatas puncak gunung untuk kemudian membuat sarang ditepi jurang, berhenti dan tinggal disana selama proses transformasi berlangsung.
Pertama-tama, elang harus mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh tersebut terlepas dari mulutnya, kemudian berdiam beberapa lama menunggu tumbuhnya paruh baru. Dengan paruh yang baru tumbuh itu, ia harus mencabut satu persatu cakar-cakarnya dan ketika cakar yang baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya satu demi satu. Suatu proses yang panjang dan menyakitkan. Lima bulan kemudian, bulu-bulu elang yang baru sudah tumbuh. Elang mulai dapat terbang kembali. Dengan paruh dan cakar baru, elang tersebut mulai menjalani 30 tahun kehidupan
barunya dengan penuh energi!
Dalam kehidupan kita ini, kadang kita juga harus melakukan suatu keputusan yang sangat berat untuk memulai sesuatu proses pembaharuan. Kita harus berani dan mau membuang semua kebiasaan lama yang mengikat, meskipun kebiasaan lama itu adalah sesuatu yang menyenangkan dan melenakan.
Kita harus rela untuk meninggalkan perilaku lama kita agar kita dapat mulai terbang lagi menggapai tujuan yang lebih baik di masa depan. Hanya bila kita bersedia melepaskan beban lama, membuka diri untuk belajar hal-hal yang baru, kita baru mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kita yang terpendam, mengasah keahlian baru dan menatap masa depan dengan penuh keyakinan.
Halangan terbesar untuk berubah terletak di dalam diri sendiri dan andalah sang penguasa atas diri anda. Jangan biarkan masa lalu menumpulkan asa dan melayukan semangat kita. Anda adalah elang-elang itu.
Perubahan pasti terjadi. Maka itu, kita harus berubah!
Seorang yang berakal hendaknya:
1. Rendah hati seperti bumi.
2. Dermawan seperti lautan.
3. Menutupi (menjaga) aibnya seperti malam hari.
4. Bermanfaat seperti matahari.
Sumber: Dody-Ryan
SURAT DARI IBU YANG TERKOYAK HATINYA
Anakku….
Ini surat dari ibu yang tersayat hatinya. Linangan air mata bertetesan deras menyertai tersusunnya tulisan ini. Aku lihat engkau lelaki yang
gagah lagi matang. Bacalah surat ini. Dan kau boleh merobek-robeknya setelah itu, seperti saat engkau meremukkan kalbuku sebelumnya.
Sejak dokter mengabari tentang kehamilan, aku berbahagia. Ibu-ibu sangat
memahami makna ini dengan baik. Awal kegembiraan dan sekaligus perubahan
psikis dan fisik. Sembilan bulan aku mengandungmu. Seluruh aktivitas aku jalani dengan susah payah karena kandunganku. Meski begitu, tidak mengurangi kebahagiaanku. Kesengsaraan yang tiada hentinya, bahkan kematian kulihat didepan mataku saat aku melahirkanmu. Jeritan tangismu meneteskan air mata kegembiraan kami.
Berikutnya, aku layaknya pelayan yang tidak pernah istirahat. Kepenatanku
demi kesehatanmu. Kegelisahanku demi kebaikanmu. Harapanku hanya ingin melihat senyum sehatmu dan permintaanmu kepada Ibu untuk membuatkan sesuatu.
Masa remaja pun engkau masuki. Kejantananmu semakin terlihat, Aku pun berikhtiar untuk mencarikan gadis yang akan mendampingi hidupmu.
Kemudian tibalah saat engkau menikah. Hatiku sedih atas kepergianmu, namun aku tetap bahagia lantaran engkau menempuh hidup baru.
Seiring perjalanan waktu, aku merasa engkau bukan anakku yang dulu. Hak
diriku telah terlupakan. Sudah sekian lama aku tidak bersua, meski
melalui telepon. Ibu tidak menuntut macam-macam. Sebulan sekali, jadikanlah
ibumu ini sebagai persinggahan, meski hanya beberapa menit saja untuk melihat anakku.
Ibu sekarang sudah sangat lemah. Punggung sudah membungkuk, gemetar sering
melecut tubuh dan berbagai penyakit tak bosan-bosan singgah kepadaku. Ibu
semakin susah melakukan gerakan.
Anakku…
Seandainya ada yang berbuat baik kepadamu, niscaya ibu akan berterima kasih kepadanya. Sementara Ibu telah sekian lama berbuat baik kepada dirimu. Manakah balasan dan terima kasihmu pada Ibu? Apakah engkau sudah
kehabisan rasa kasihmu pada Ibu? Ibu bertanya-tanya, dosa apa yang menyebabkan dirimu enggan melihat dan mengunjungi Ibu? Baiklah, anggap Ibu sebagai pembantu, mana upah Ibu selama ini?
Anakku..
Ibu hanya ingin melihatmu saja. Lain tidak. Kapan hatimu memelas dan
luluh untuk wanita tua yang sudah lemah ini dan dirundung kerinduan, sekaligus duka dan kesedihan ? Ibu tidak tega untuk mengadukan kondisi ini kepada Dzat yang di atas sana. Ibu juga tidak akan menularkan kepedihan ini kepada orang lain. Sebab, ini akan menyeretmu kepada kedurhakaan. Musibah dan hukuman pun akan menimpamu di dunia ini sebelum di akhirat. Ibu tidak akan sampai hati melakukannya,
Anakku…
Walaupun bagaimanapun engkau masih buah hatiku, bunga kehidupan dan cahaya
diriku…
Anakku…
Perjalanan tahun akan menumbuhkan uban di kepalamu. Dan balasan berasal dari jenis amalan yang dikerjakan. Nantinya, engkau akan menulis surat
kepada keturunanmu dengan linangan air mata seperti yang Ibu alami. Di sisi Allah, kelak akan berhimpun sekian banyak orang-orang yang menggugat.
Anakku..
Takutlah engkau kepada Allah karena kedurhakaanmu kepada Ibu. Sekalah
air mataku, ringankanlah beban kesedihanku. Terserahlah kepadamu jika
engkau ingin merobek-robek surat ini. Ketahuilah, “Barangsiapa beramal shalih maka itu buat dirinya sendiri. Dan orang yang berbuat jelek, maka itu (juga) menjadi tanggungannya sendiri”.
Anakku…
Ingatlah saat engkau berada di perut ibu. Ingat pula saat persalinan yang
sangat menegangkan. Ibu merasa dalam kondisi hidup atau mati. Darah persalinan, itulah nyawa Ibu. Ingatlah saat engkau menyusui. Ingatlah belaian sayang dan kelelahan Ibu saat engkau sakit. Ingatlah …..Ingatlah….
Karena itu, Allah menegaskan dengan wasiat : “Wahai, Rabbku, sayangilah mereka berdua seperti mereka menyayangiku waktu aku kecil”.
Anakku…
Allah berfirman:
“Artinya : Dan dalam kisah-kisah mereka terdapat pelajaran bagi orang-orang berakal” [Yusuf : 111]
Pandanglah masa teladan dalam Islam, masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam masih hidup, supaya engkau memperoleh potret bakti anak kepada orang tua.
Cerita ini saya ambil melalui internet semoga cerita ini dapat dipahami oleh pembaca. Renungkanlah, fikirlah secara kritis dan berani!
By
Rosalina mendrofa
2 restaurant!
